Ayo Berbagi Cerita

Disini silakan kamu berbagi cerita dan cita-cita..karena dengan bercerita cita-citamu akan diketahui banyak orang: bersilaturohim!

silaturohim memperluas rizqi kan..nah, mudah-mudahan dengan orang-orang tahu cita-cita kita, mereka menjadi perantara Alloh untuk membantu mewujudkannya.....^_^v

Biar Rebah Jangan Pernah Berubah..

Biar Terbuang Jangan Pernah Berhenti Berjuang!!

Rabu, 18 April 2012

Dan Sebutir Garam pun Kuminta pada Allah

Yap Assalamu'alaikum Ii Holillah disini..

Apa yang terpikir olehmu tentang do'a? permohonan bukan?
apa yang kamu harapkan dari do'a? pengkabulan bukan?

ya, semua do'a pasti Allah kabulkan..ada yang sesuai dengan keinginan manusia adapula yang tidak sesuai dengan keinginan manusia. Namun itu, Allah berikan untuk yang terbaik bagi pemohonnya. Bahkan untuk dihindarkan dari sebuah musibah sebuah do'a dikabulkan tidak sesuai keinginan manusia. Do'a pun bisa saja tidak dikabulkan di dunia namun bisa saja dikabulkan Allah di akhirat kelak. Ada juga do'a yang cepat dikabulkannya.

Kali ini, saya mau berbagi tentang do'a yang Allah begitu cepat mengabulkannya. Saya mengalaminya empat hari terakhir. Empat hari berturut-turut. Kebiasaan saya, selalu ketika menghadapi sesuatu hal, ketika terpikir tentang sesuatu, membiasakan diri untuk berdoa dalam hati. Bergumam apapun. Sejak saya masa SMP ketika bertemu pedagang asongan pagi hari mau berangkat sekolah, selalu sempatkan berdoa, ya Allah lapangkan rizkinya, mudahkan ia mendapat rizki. Kenapa ? karena saya teringat kedua orangtua saya.

diambil dari padiemas.blogdetik.com
Atau ketika macet di jalan saya hampir terlambat mencapai tempat tujuan, saya selalu berdo'a. Ya Allah yang Maha Menguasai jalan ini, bukakanlah jalan ini untukku, jauhkanlah dari macet dan terlambat. Engkau yang menguasai kendaraan-kendaraan ini. Alhamdulillah terkabul saya tidak telat. Pernah saya share dengan teman dosen, yang khawatir pulang kemalaman karena kabarnya jalanan macet karena ada demo. Alhamdulillah ia berdoa seperti itu, lancar sampai rumah.

Empat hari ini, do'a-do'a saya meluncur dengan sederhana. hari Jum'at, 13 April 2012 saya pulang bersama teman kantor saya, Mbak Ai Nur Bayinah, dia sedang hamil muda, jadi dia tidak pulang naik motor. Dia pulang bersama saya naik angkutan umum. Cuaca di Sawangan ini kalau sore sungguh tidak menentu. di Sawangan hujan, bisa saja di Ciputat tidak hujan atau sebaliknya. Atau bahkan sama-sama hujan deras. Ketika kami sudah sampai daerah Cinangka, Hujan cukup deras. Saya bingung, karena teman saya ini tidak punya payung. Lalu saya berujar, Ya Allah mudah-mudahan nanti sampai Ciputat hujannya reda. Dalam hati ini berisi kekhawatiran terhadap Mbak Ai, jangan sampai dia kehujanan. Alhamdulillah, ternyata pas sekali di daerah Gaplek, jalanan terlihat basah habis hujan. Di Ciputat sudah selesai hujannya. Terkabullah doaku.

Esok Seninnya pun, kami mengalami hal yang sama. Namun, hujan turun setelah kami melewati Gaplek, agak khawatir juga, karena ini sudah masuk daerah Ciputat. Tapi Mbak Ai bilang, "Ayo I, do'a lagi." Saya pun  bilang, "Yah Mbak ini kayanya bakal sampai Ciputat deh." "Tapi ya udah deh aku berdoa aja." kata saya. You Know What, ketika kami sampai ke daerah arah Pamulang, hujan berhenti ! Pas sekali sekitar 50 meter Mbak Ai turun dari angkot.

Hari Selasa, 17 April 2012. Beras merah di rumah saya habis. Nenek dari Ciamis mengirimkan beras putih cukup banyak kepada keluarga kami. Alhasil, Ibu saya tidak membeli beras merah lagi. Saya pribadi agak kecewa. Karena memang sudah berkeinginan untuk kontinyu makan nasi merah. Dalam hati, "Hmmh beras putih ini memicu diabetes, yang terpenting lagi ini menggagalkan program makan sehat dan sekalian diet nih :p." Dengan berat hati membawa nasi putih ke kantor, itu pun dalam porsi yang sangat sedikit. Karena saya sudah membiasakan sedikit porsi saja jika memakan nasi. Selama perjalanan dari rumah ke kantor saya berdo'a, Ya Allah mudah-mudahan nanti di kantor, saya menemukan alternatif makanan supaya saya tidak makan nasi putih. Saya sendiri tidak tahu itu apa.

Sekitar jam 10 pagi. seorang teman dosen yang juga teman proyek audit Mbak Ai menunaikan janjinya untuk mentraktir jika fee audit cair. Alhasil makan siang hari itu kami pergi ke suatu restoran, yang bahan bakunya roti dan pasta. Saya tersadar ketika perjalanan menuju restoran. Bukankah ini doa saya tadi pagi?
"Ya Allah aku do'a ini Mbak tadi pagi." kata saya.


Lalu, hari ini, 18 April 2012. Saya terlupa untuk beli beras merah kemarin, dan sebenarnya diawali dengan ragu membelinya (baca: kondisi keuangan yang tidak cukup jika beli beras merah saat ini) hingga akhirnya lupa (atau dilupakan?). Tapi saya tetap saja membawa nasi putih, saya pikir tidak perlu terlalu berlebihan menolak nasi putih. Bahkan Bapak saya berkata, "Kamu kan dari kecil sudah makan nasi putih..gak apa sekali-kali makan nasi putih." Lalu, apakah kejutan dari Allah pagi ini? Tiba-tiba customer service STEI SEBI berkata seperti ini, ketika saya akan mengisi presensi "Ii, aku taruh beras merah di meja kamu, Alya sudah tidak suka nasi merah, dia suka nasi putih sekarang. Maaf ya, aku kasih kamu yang bekas Alya." Begitu kata Mbak Erna yang cerita tentang putrinya, Alya yang sudah tidak suka nasi merah.
diambil dari republika.co.id

Saya hanya Bengong. MasyaAllah dalam hati. Lalu saya ke ruangan saya, bertemu dengan Mbak Ai, "Mbak, Mbak Erna kasih aku ini, Waduh yang organik lagi." Lalu teman kantor yang lain, Erina juga membawakan sereal beras merah. Kalau ini, dia sudah berjanji membawakan ini ketika kemarin pulang dari restoran. Mbak Ai berkata, "Wah, doa ii terkabul lagi."

Sederhana..sungguh sederhana. Kemarin saya berbicara dengan Mbak Ai,
"Mbak, aku jadi teringat yang sahabat Rasul pernah bilang, "..dan Bahkan sebutir garam pun aku minta pada Allah."
"Iya ya, kadang kita berpikir doa yang besar-besar saja, Jadi sulit bersyukur untuk hal-hal yang kecil." kata Mbak Ai
"Kadang kita suka berpikir, nanti saja deh doanya disimpan, minta mulu kayanya." katanya lagi.
"Tapi, Allah suka kita meminta, kita sombong, kalau tidak meminta, karena Allah yang menguasai kita." kata saya.

Sebenarnya, untuk saya, ini sebuah bukti dari Allah untuk tidak pernah sedikitpun lelah berdoa, menyerah atas doa-doa yang sudah dipanjatkan. Ya, saya mengakui, muncul sedikit rasa lelah, ketika saya berdoa tentang sesuatu yang sudah lama saya panjatkan, mungkin sekitar dua tahun lebih, namun belum kunjung Allah kabulkan. Allah perlihatkan ini semua. Selain itu, saya pun merasakan Allah mengabulkan doa-doa saya dalam bentuk yang lain. Allah beri kebahagiaan yang mungkin orang lain inginkan juga. Saya mendapatkannya. Saya dibukakan kesempatan untuk S2 dan diberi rizki yang sesuai dengan kebutuhan.

Allah..maafkan atas segala kelelahanku. semoga ini selalu menjadi cambukku.


1 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini